Di era di mana perubahan iklim, ketidakstabilan politik, dan krisis ekonomi tampak besar, kota -kota tertentu di seluruh dunia menemukan diri mereka berada di tepi yang berbahaya.
Berikut adalah tiga belas kota yang menghadapi ancaman yang akan segera terjadi, mendesak penduduk dan pengunjung untuk mempertimbangkan risiko dengan serius.
1. Venesia, Italia: kecantikan tenggelam
Di luar gondola romantis dan seni Renaissance, Venesia menghadapi masa depan yang mengerikan. Kota ini tenggelam pada tingkat 1-2 milimeter per tahun. Proyek Mose, sistem hambatan banjir, sedang berlangsung, tetapi banyak yang takut terlalu sedikit, terlalu terlambat. Kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim menambah kesengsaraan, mengancam tidak hanya bangunannya tetapi juga keberadaannya.
2. Jakarta, Indonesia: Terendam di bawah tekanan
Jakarta, salah satu kota-kota yang paling cepat tinju di dunia, dapat melihat sepertiga dari itu terendam pada tahun 2050. Ekstraksi air tanah yang berlebihan di kota ini untuk kebutuhan sehari-hari adalah penyebab utama, diperparah dengan bobot bangunannya yang menekan tanah.
3. St. Francis, AS:
Para ahli memprediksi 72% peluang gempa bumi besar mengenai San Francisco dalam 30 tahun ke depan. Infrastruktur kota, sementara meningkat sejak Loma Prieta Quake 1989, tetap rentan, terutama bangunan dan jembatan yang lebih tua.
4. Mexico City, Meksiko: Modal yang gemetar
Lokasi Mexico City di bekas tempat tidur danau memperkuat gelombang seismik. Gempa bumi pada tahun 1985 dan 2017 menyebabkan kerusakan bencana, menyoroti risiko yang sedang berlangsung. Kota terus meningkatkan kesiapan gempa bumi, tetapi risikonya tetap tinggi.
5. Dhaka, Bangladesh: Banjir dan Keramaian
Populasi Dhaka lebih dari 21 juta dijejalkan ke daerah kecil, memperburuk dampak banjir sungai yang sering. Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan intensitas dan frekuensi banjir ini, lebih lanjut menekankan infrastruktur terbatas kota.
6. Miami, AS: Laut yang naik, masa depan tenggelam
Dengan sebagian besar Miami hanya sekitar 6 kaki di atas permukaan laut, ini sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Intrusi air asin ke akuifer air tawar adalah masalah serius lainnya, mengancam pasokan air kota.
7. Beijing, Cina: tersedak udara
Polusi udara Beijing, terutama dari pembakaran batu bara dan emisi kendaraan, sering melebihi batas keselamatan siapa. Pemerintah telah mengambil langkah -langkah untuk mengurangi polusi, tetapi kualitas udara kota tetap menjadi bahaya kesehatan yang signifikan.
8. Chennai, India: Krisis Air
Pada 2019, waduk Chennai mengering, memotong pasokan air menjadi jutaan. Urbanisasi yang cepat dan praktik pengelolaan air yang buruk berkontribusi pada kerentanan kota. Kota ini sedang berupaya meningkatkan sistem pengelolaan airnya, tetapi ancaman kekurangan di masa depan tetap ada.
9. Los Angeles, AS: Kekhawatiran Wildfire
Geografi Los Angeles membuatnya sangat rentan terhadap kebakaran hutan, yang diperburuk oleh perubahan iklim dan urban sprawl. Kota ini sedang mengerjakan strategi pencegahan dan manajemen kebakaran, tetapi meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran hutan menimbulkan ancaman yang berkelanjutan.
10. Kyoto, Jepang: Permata banjir
Bangunan kayu tradisional Kyoto sangat rentan terhadap kerusakan banjir. Kota ini sedang berupaya meningkatkan sistem drainase dan tanggul sungai, tetapi meningkatnya pola cuaca yang semakin tidak dapat diprediksi terus menimbulkan risiko.
11. Cape Town, Afrika Selatan: Kekeringan dan Keputusasaan
Krisis air Cape Town 2018 adalah panggilan bangun tentang dampak kekeringan yang berkepanjangan. Sementara kota ini telah bekerja untuk mendiversifikasi sumber airnya dan mempromosikan konservasi, ancaman kelangkaan air di masa depan tetap menjadi perhatian serius.
12. New Orleans, AS: Hurricane Haven
Kehancuran Badai Katrina pada tahun 2005 mengungkapkan kerentanan kota. Terlepas dari upaya untuk memperkuat tanggul dan meningkatkan rencana evakuasi, New Orleans tetap berisiko, terutama karena badai menjadi lebih intens karena perubahan iklim.
13. Moskow, Rusia: Tepi Dingin
Musim dingin Moskow, dengan suhu turun di bawah -25 ° C, memberi tekanan pada infrastruktur kota dan tuntutan energi. Dampak dingin yang ekstrem dampak transportasi, layanan kesehatan, dan kehidupan sehari -hari, menimbulkan tantangan yang signifikan bagi penghuninya.
Tantangan kota
Rincian yang diperluas ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tantangan spesifik yang dihadapi oleh masing -masing kota. Memahami masalah ini sangat penting untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk mengurangi risiko ini dan melindungi penduduk dan warisan pusat -pusat kota yang unik ini.
hanwhalife
hanwha
asuransi terbaik
asuransi terpercaya
asuransi tabungan
hanwhalife
hanwha
asuransi terbaik
asuransi terpercaya
asuransi tabungan
hanwhalife
hanwha
berita hanwha
berita hanwhalife
berita asuransi terbaik
berita asuransi terpercaya
berita asuransi tabungan
informasi asuransi terbaik
informasi asuransi terpercaya
informasi asuransi hanwhalife